The Power of Positive Thinking
Buku "The Power of Positive Thinking" membahas tentang pentingnya memiliki pola pikir positif untuk mencapai kebahagiaan dan kesuksesan dalam hidup. Norman Vincent Peale mengajarkan bahwa pikiran dan keyakinan yang positif dapat mempengaruhi hidup seseorang secara positif.
Dalam buku ini, Norman Vincent Peale mengajarkan teknik-teknik untuk mengembangkan pola pikir positif, seperti menghindari pikiran negatif dan memfokuskan pikiran pada hal-hal yang positif. Ia juga memberikan tips dan strategi untuk mengatasi stres, kecemasan, dan ketakutan.
Salah satu teknik yang diajarkan dalam buku ini adalah "affirmation", yaitu mengulang-ulang kata-kata positif dalam pikiran atau ucapan. Ia juga mengajarkan tentang pentingnya berdoa dan memiliki keyakinan kuat pada kekuatan Tuhan.
Selain itu, Norman Vincent Peale juga membahas tentang pentingnya memaafkan diri sendiri dan orang lain, serta cara mengatasi perasaan cemburu dan iri hati. Ia menunjukkan bahwa dengan memiliki pola pikir positif, seseorang dapat mengembangkan kepercayaan diri, meningkatkan hubungan interpersonal, dan mencapai tujuan hidup yang lebih baik.
Dalam buku ini, Norman Vincent Peale juga memberikan contoh-contoh nyata tentang bagaimana pola pikir positif dapat mempengaruhi hidup seseorang secara positif. Ia menunjukkan bahwa dengan mengubah pola pikir negatif menjadi positif, seseorang dapat mencapai kesuksesan dalam karir, hubungan, dan kesehatan.
Kesimpulannya, buku "The Power of Positive Thinking" adalah sebuah buku yang sangat inspiratif dan membantu untuk mengembangkan pola pikir positif. Dalam buku ini, Norman Vincent Peale menunjukkan bahwa dengan mengembangkan pola pikir positif, seseorang dapat mencapai kebahagiaan dan kesuksesan dalam hidup. Oleh karena itu, buku ini sangat direkomendasikan bagi siapa saja yang ingin mengembangkan pola pikir positif dan mencapai tujuan hidup yang lebih baik.
Pandangan Islam
Bahwa manusia itu berdasarkan prasangkanya sebagaimana hadist Rasulullah
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ : (( يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى : أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي ، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي ، فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ، ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي ، وَإِنْ ذَكَرنِي فِي مَلَأٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ )) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat).” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 6970 dan Muslim, no. 2675]
Seharusnya bagi seorang muslim bukan hal aneh, bahkan menjadi penguat keimanannya karena Islam adalah agama fitrah dan memberikan solusi. Kualitas hidup kita ada pada pikiran kita, kita yang memilih apakah bahagia atau derita. Kebahagiaan yang kita impikan adalah buah pikiran yang kita ciptakan.
Namun, Sejatinya kebahagiaan seorang muslim adalah keridhaan dari Rabbnya. Karena di sanalah kepositifan berfikirnya, dan keabadian kebahagiaannya yaitu dunia akhirat.
~Selamat berbahagia~
Baca juga resume lain

