"Pengabdian Abadi"
Masa berlalu menyajikan aneka gambaran..
Akal tak mampu menerjemahkan detil goresan..
Ia hanya menunduk patuh pada setiap ketentuan...
Berjalan menyusuri pada setiap kenyataan..
Bertekuk lutut tanda tunduk..
Diatas hamparan sajadah lisan berbisik..
Bermunajat merayu dan merajuk..
Akan satu akhir masa nan resik..
Becermin muka pada amal diri..
Malu tak dapat dihindari..
Namun rasa takut menguasai sanubari..
Memaksa datang penuh rendah diri..
Dengan amalan tak berarti..
Mengharap ia menempati maqam yang tinggi..
Dengan satu titik buana yang dipilih..
Berharap ia menjadi akhir terpuji..
Saat akal memahami jasad yang bernyawa..
Hanya untuk satu pemenuhan amanah..
Ia berjalan menatap dunia penuh cinta..
Hingga ia jumpai gugusannya di Jannah..
Itulah akhir kerinduan pengabdian hamba..
Yang tak akan berhenti sampai datang pencabut nyawa..
Menikmati waktu bersama syara' dengan harap bahagia..
Menjadikan hari berkah sebagai penutup usia..
Ummu Chaera
Bogor, 30 Januari 2022
Baca juga puisi lainnya
Inspirasi kata Mutiara

